Besek: Daerah Penyimpanan Tradisional yang Ramah Lingkungan
Butuh Besek Bambu di Kota? Silahkan Hubungi Sans.co 085728033929 Murah, Lengkap, Berpengalaman dan Terpercaya
SANS.CO Besek yakni daerah penyimpanan tradisional yang terbuat dari bambu. Namanya cukup gampang diingat, ialah besek. Begitulah masyarakat Jawa menyebutnya. Kegunaan dari besek sangatlah banyak yakni sebagai wadah yang bermultiguna contohnya sebagai wadah daging kurban, untuk hantaran, sebagai souvenir pernikahan dan acara- acara hajatan lainya. Barang ini hadir di dapur tradisional.
Dalam bahasa Indonesia, artinya besek yakni wadah sejenis tumbu/wakul formatnya kecil serta ada tutupnya. Wujud besek lebih mirip kubus yang memang ada tutupnya. Cuma saja, tingginya rata-rata sekitar 4-8 cm saja, sementara sisi lainnya sekitar 25-40 cm, tergantung besar kecilnya besek.
Besek terbuat dari anyaman bambu. Biasanya yang digunakan yakni komponen dalam atau tak jarang disebut komponen hati. Yang masih natural, sisi luar dan dalam, warnanya putih kekuningan. Tapi kini lebih bervariasi, telah dikasih warna yang berbeda-beda. Sampai sekarang besek tradisional natural masih banyak ditemui di pasar-pasar atau kios-kios tradisional. Harganya malah relatif murah, sepasang antara Rp 1.000—Rp 2.000 tergantung ukurannya.
Sampai dikala ini, besek masih tak jarang digunakan oleh masyarakat Jawa, yang salah satunya difungsikan sebagai daerah bumbu dapur. Tapi tak jarang pula besek dalam partai besar dipakai untuk kebutuhan kenduri yang berfungsi sebagai wadah untuk nasi dan lauk, atau bingkisan sembako, contohnya beras, gula, teh, minyak goreng, telor, mie, nasi gurih, ketan, kolak, apem, dan jajanan pasar.
Besek Bambu untuk Hantaran
Fungsi lain besek kadang-kadang digunakan untuk menaruh makanan. Namun saat ini besek juga banyak sekali dimanfaatkan sebagai kemasan tradisional dan bisa juga dijadikan souvenir pernikahan. Malahan di Yogyakarta, besek juga digunakan untuk bungkus gudeg.
Besek yang ada di dapur dapat awet bila tak jarang dipakai. Umurnya dapat dua tahun lebih. Tapi bila tak tak jarang dipakai, lazimnya akan dimakan serangga sehingga mudah rusak. Apabila rusak, lazimnya besek dibuang atau dibakar. Tak ada pantangan terkaitan dengan pengaplikasian besek sebagai alat dapur.
Dikala ini besek mulai dipakai sebagai pilihan substitusi ransel kresek. Evelyne Henny Lukitasari dalam makalahnya yang berjudul Komunikasi Visual pada Kemasan Besek Makanan Oleh-oleh Khas Banyumas meneliti bahwa Kabupaten Banyumas mulai menggunakankemasan besek semenjak tahun 1918-an. Kemasan besek digunakan sebagai kemasan makanan khas Banyumas, ialah: mendoan, tempe kerupuk, getukgoreng, nopia dan mino. Pemakaian besek sebagaikemasan makanan oleh-oleh khas Banyumasberasal dari kemauan konsumen.
Besek Bambu Berasal dari Daerah Tradisional
"Sekarang Masyarakat lebih banyak menggunakan besek bambu karena lebih diangap ramah lingkungan ketimbang menggunakan plastik. Oleh sebab itu memicu perilaku konsumen makanan oleh-oleh khas Banyumas lebih memilih pengaplikasian kemasan besek sebagai kemasan. Besek sebagai kemasan memunculkan atensi konsumen sebab cakap membeberkan dengan ikon-ikon mengenai manfaat kesehatan, prestise, dan kemewahan. Hal tersebutdapat mensupport pemenuhan keperluan psikis dan mempermudah pembelian produk hal yang demikian,\\\" tulis Evelyne dalam makalahnya.
Sementara tulisan KumparanNews berjudul Daging Kurban Dikemas gunakan Besek dan Dihias Jamur yang dimuat pada tanggal 11 Agustus 2019 menulis bahwa Institusi Dakwah Islam Indonesia (LDII) membagikan daging kurban yang dikemas dengan besek terhadap warga yang ada di Bali pada dikala perayaan Idul Adha.
"Kemasan dengan besek ini untuk pertama kali digunakan. Ini untuk mendorong program pemerintah Bali mengurangi kantong plastik yang dipegang dalam Undang-undang Gubernur (Pergub) Nomor 97 Tahun 2018 seputar anti kantong plastik. Dengan adanya undang undang perhub tersebut masyarakat seharusnya sadar dan sekarang banyak mengunakan Besek dan Dihias Janur.
Macam macam Besek Bambu
Di tengah pengurangan ransel kresek di Indonesia yang kian gencer, besek yaitu pilihan substitusi ransel kresek untuk membungkus barang ataupun makanan. Mungkin saja pemerintah beratensi menggalakan pengaplikasian besek. Asalkan pemerintah mesti menjalankan sosialisasi seputar besek sebagai pilihan pembungkus substitusi ransel kresek supaya masyarakat mulai paham dan beratensi memakai besek.
untuk informasi lebih lanjut jika anda membutuhkan produk yang berkaitan dengan anyaman bambu silahkan hubungi admin kami 085728033929 atau klik disini